Catatan gambar: Gambar unggulan adalah ilustrasi editorial AI berdasarkan unsur lima bersaudara dan gulungan petunjuk dalam kisah Buah Ketamakan. Wajah tokoh, pakaian, dan latar merupakan interpretasi artistik; bukan dokumentasi kejadian atau etimologi sejarah Paslaten.
Lima bersaudara yang semula hidup rukun menemukan petunjuk tentang harta karun. Sejak itulah hubungan mereka diuji oleh sesuatu yang lebih sulit daripada mencari kekayaan: menahan keinginan untuk memilikinya sendiri.
Ringkasan cerita
Maasim, Mawale, Mamasi, Kokah, dan Sinengkejam hidup tanpa orang tua di Desa Paseletan. Saat berburu di hutan, salah seorang menemukan gulungan kitab berisi petunjuk harta karun. Mereka berusaha mengikuti petunjuk itu, tetapi kekayaan yang diharapkan justru memicu pertentangan.
Sinengkejam kemudian digambarkan mengusir Maasim. Ketika bahaya datang, ia tetap menolak meninggalkan hartanya meskipun orang-orang mengajaknya menyelamatkan diri. Dalam cerita, air menenggelamkan rumahnya dan ia tewas terhimpit harta yang begitu dibanggakannya.
Versi yang dibukukan menghubungkan peristiwa itu dengan perubahan nama Paseletan menjadi Paslaten, dikaitkan dengan kata aiselet yang dijelaskan sebagai ‘diapit’. Ini merupakan penjelasan asal-usul menurut cerita rakyat, bukan etimologi yang telah dipastikan lewat kajian linguistik.
Makna dan nilai cerita
Kekayaan yang merusak hubungan saudara dan mengalahkan naluri menyelamatkan diri menjadi pusat kritik moral cerita. Pembaca dapat mendiskusikan perbedaan antara etimologi rakyat dan asal nama tempat yang dibuktikan melalui arsip.
Asal cerita dan catatan sumber
Cerita ini berasal dari Minahasa Selatan, dalam kisah Desa Paseletan/Paslaten sebagaimana disajikan dalam antologi Putri Bambu Kuning: Antologi Cerita Rakyat Bengkel Sastra 2019 yang diterbitkan Balai Bahasa Sulawesi Utara. Versi tertulisnya diceritakan kembali oleh Winda S. Rindorindo. Artikel Pustaka Minahasa ini merupakan ringkasan dan pembacaan editorial, bukan reproduksi teks cerita lengkap. Versi tradisi lisan dapat berbeda antara penutur dan daerah.
Baca sumber asli: Balai Bahasa Sulawesi Utara, Putri Bambu Kuning (2019), PDF.
Baca juga: Kumpulan Tradisi Lisan Pustaka Minahasa.

