Seni
Musik, tari, dan nyanyian yang menjadi identitas Minahasa dan Sulawesi Utara.
Sorotan
Kolintang
Alat musik pukul dari bilah kayu, diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda pada 5 Desember 2024.
Maengket
Tarian dua belas pasang penari yang dipimpin seorang perempuan (kapel). Terdiri atas tiga babak: Maowey Kamberu (syukur panen padi), Marambak (gotong royong membangun rumah), dan Lalayaan (pergaulan muda-mudi).
Kabasaran
Tari perang para waraney yang kini menyambut tamu dan mengiringi upacara adat. Tiga bagiannya: Cakalele, Kumoyak, dan Lalaya’an. Penari berbusana merah dan membawa pedang, tombak, serta perisai.
Musik Bambu
Orkes alat musik bambu khas Minahasa. Pada 31 Oktober 2009, 3.011 pemain di Stadion Maesa Tondano mencatat rekor dunia orkes bambu terbesar.
Mahzani
Seni tutur dan nyanyian berbahasa Tombulu. Pentas massal Mahzani melibatkan ribuan pelajar di Kota Tomohon.
Katrili
Tarian berasal dari pengaruh Portugis yang diadopsi masyarakat Minahasa, dibawakan dengan busana formal bergaya Eropa.
Lebih banyak seni dari Sulawesi Utara
Masamper
Seni vokal yang tumbuh dari tradisi lisan sebelum masuknya Kekristenan, lalu menyerap musik diatonis dari misionaris abad ke-19 dan kini rutin hadir di gereja.
Mesalai
Tari yang awalnya bagian dari ritual syukur, kini ditampilkan dalam pernikahan dan pemberkatan rumah, diiringi musik tegonggong.
Alat musik tradisional
Selain kolintang: salude (dawai dari bambu), oli (bambu tiup), bangsi (suling bambu), tetengkoren, sasesahang, dan arababu (gesek dari bambu dan tempurung kelapa).
Jelajahi OPK lainnya
Punya cerita, foto, atau dokumen tentang seni Minahasa?
Kirimkan untuk diarsipkan bersama nama narasumber dan asal kampungnya.
