Tomohon, – Dukungan terhadap Pentas Massal Mahzani yang melibatkan ribuan pelajar di Kota Tomohon terus mengalir.
Kali ini apresiasi datang dari Panitia Pemilihan Putra-Putri Pendidikan Tomohon-Minahasa (IPPTPM) 2026 yang menilai kegiatan tersebut sebagai langkah penting menjaga warisan budaya Minahasa tetap hidup di tengah generasi muda.
Ketua Panitia IPPTPM 2026, Kristofel Pandey, menegaskan bahwa keterlibatan pelajar dalam pentas massal Tarian Mahzani yang akan digelar 11 Maret 2026 merupakan investasi jangka panjang bagi identitas budaya daerah.
“Partisipasi generasi muda dalam kegiatan budaya seperti Mahzani bukan sekadar pertunjukan seni, tetapi upaya nyata menjaga akar budaya Minahasa,” ujarnya, Kamis (26/2/2026).
Menurut Pandey, Tarian Mahzani mengandung nilai sejarah, estetika, dan norma sosial yang menjadi bagian penting dari jati diri masyarakat Minahasa.
Karena itu, pelibatan ribuan pelajar diyakini mampu memperkuat rasa cinta budaya sekaligus membangun karakter disiplin dan kolaboratif generasi muda.
Ia juga menilai sinergi antara sekolah, pemerintah daerah, dan pegiat budaya harus terus diperkuat agar pelestarian budaya tidak berhenti di satu momentum acara saja.
Penyediaan fasilitas latihan, ruang ekspresi seni, hingga penghargaan bagi pelajar yang aktif mempromosikan budaya lokal dinilai penting untuk menjaga semangat generasi muda.
“Kami mendorong adanya apresiasi nyata bagi siswa yang menjadi duta budaya, agar mereka menjadi role model bagi teman sebaya,” tambah Pandey.
Sebagai organisasi yang berfokus pada pendidikan dan kepemudaan, IPPTPM menyatakan siap berkolaborasi dalam berbagai program pelestarian budaya di daerah.
Mereka berharap Pentas Massal Mahzani menjadi tonggak lahirnya gerakan budaya pelajar yang berkelanjutan di Minahasa.
“Menjaga warisan budaya adalah tanggung jawab bersama. Dukungan kepada generasi muda hari ini adalah jaminan identitas Minahasa tetap kuat di masa depan,” tutup Pandey.

