Katalog jurnal ilmiah Minahasa ini menghimpun paper dan artikel jurnal tentang arkeologi, tata ruang adat, bahasa, sastra lisan, dan agama di Minahasa, lengkap dengan penulis, tahun, dan tautan untuk membacanya.
Pustaka Minahasa menyusun daftar ini untuk membantu mahasiswa, peneliti, guru, dan pembaca umum menemukan kajian ilmiah tentang Minahasa. Setiap entri disertai ringkasan singkat dalam bahasa Indonesia. Daftar ini akan terus diperbarui.
1. Arkeologi dan Budaya Megalitik
Burial System of Austronesia (A Study of Lansot Site, Tomohon, North Sulawesi)
Penulis: Ipak Fahriani, Khadijah Muda, Triwurjani, Nur Ihsan, Paulina Nugrahini, Erni Erawati (2022). Proceedings of the 9th Asbam International Conference (ASBAM 2021), Atlantis Press. Baca paper.
Ringkasan: Survei dan ekskavasi di situs megalitik Lansot, Tomohon, menemukan ciri penguburan Austronesia yang berpadu dengan adaptasi lokal. Temuan seperti gerabah bermotif jaring menunjukkan pengaruh budaya penutur Austronesia di Minahasa. Baca juga artikel kami tentang Waruga.
The Pattern of Minahasa Chinatown Settlement in Colonial Era: Urban Archaeology Study
Penulis: Irfanuddin Wahid Marzuki (2022). Proceedings of ASBAM 2021, Atlantis Press. Baca paper.
Ringkasan: Kajian arkeologi perkotaan ini merekonstruksi pola permukiman Tionghoa di Minahasa pada masa kolonial. Polanya berbeda di tiap kota dan mencerminkan perpaduan budaya dengan masyarakat setempat. Perbedaan itu dikaitkan dengan respons komunitas Tionghoa terhadap larangan kolonial bagi pedagang Tionghoa untuk menjadi agen atau perantara dagang di wilayah tersebut.
2. Lanskap Budaya, Tata Ruang, dan Kearifan Lokal
Challenges in Conserving Indigenous Culture in Minahasa: Culture, Genius Loci and the Indonesian Environmental Planning System
Penulis: Cynthia Erlita Virgin Wuisang dan David Sydney Jones (2011). Proceedings of ANZAPS/World Planning Schools Congress 2011, Perth. Baca paper.
Ringkasan: Paper ini menelaah keterikatan orang Minahasa dengan lanskapnya, termasuk Watu Pinawetengan dan kawasan Danau Tondano. Penulis membandingkan nilai tata guna lahan adat dengan kebijakan perencanaan nasional yang seragam untuk seluruh Indonesia.
Mapalus Cultural Reconstruction in Tompaso Baru Village, South Minahasa Regency
Penulis: Meity Najoan, Xaverius Erick Lobja, Aksilas Dasfordate (2020). Proceedings of ICSS 2020, Atlantis Press. Baca paper.
Ringkasan: Kajian kualitatif tentang bagaimana Mapalus tetap membentuk kehidupan sehari-hari di Tompaso Baru, serta perannya dalam mewariskan nilai kewargaan dan budaya kepada generasi berikutnya.
The Reconstruction of Cultural Values and Local Wisdom of the Tombulu Sub-Ethnic of Minahasa Community in the Walian Village of Tomohon City
Penulis: Erick Lobja, Abdul Umaternate, Theodorus Pangalila, Hermon Karwur, Yohanes Burdam (2019). Proceedings of ICSS 2019, Atlantis Press. Baca paper.
Ringkasan: Melalui observasi dan wawancara mendalam, penulis mendokumentasikan bagaimana masyarakat Tombulu di Kelurahan Walian melestarikan pengucapan syukur, Mapalus, dan tari Maengket sebagai warisan leluhur dan penanda identitas Minahasa.
3. Bahasa, Sastra Lisan, dan Pemertahanan Bahasa
Maintaining Minahasan Languages Through Oral Tradition
Penulis: Kevin Yeremia Robot (2019). Kajian Linguistik (Universitas Sam Ratulangi), 7(1). Baca artikel.
Ringkasan: Artikel ini mengingatkan bahwa sejumlah bahasa Minahasa, seperti Tontemboan dan Tombulu, terancam karena Melayu Manado dan bahasa Indonesia lebih bergengsi dalam komunikasi sehari-hari. Penulis menekankan peran tradisi lisan dalam pemertahanan dan pembelajaran bahasa. Lihat juga Klasifikasi Bahasa Minahasa.
Pemertahanan Tradisi Lisan Mahzani, Nyanyian Rakyat Orang Tombulu di Tomohon, Sulawesi Utara
Penulis: Jeane Manus, Priscila Fitriasih Limbong, Turita Indah Setyani, M. Yoesoef (2026). Arif: Jurnal Sastra dan Kearifan Lokal, 5(2), 244–261. Baca artikel.
Ringkasan: Kajian etnografis tentang upaya melestarikan nyanyian Mahzani di Rurukan, Tomohon, yang terancam karena pelantunnya makin sedikit. Mahzani secara tradisional dilantunkan dalam kegiatan Mapalus. Baca juga Tradisi Lisan Mahzani.
4. Agama, Identitas, dan Ritual
Negosiasi Identitas Kekristenan dalam Ritual Kampetan di Watu Pinawetengan Minahasa
Penulis: Gratciadeo Tumbelaka, Izak Y.M. Lattu, David Samiyono (2020). Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya, 6(1), 1–9. Baca artikel.
Ringkasan: Melalui wawancara lapangan, penulis menelaah bagaimana pelaku ritual di Watu Pinawetengan menjaga identitas budaya sekaligus identitas Kristen. Kesimpulannya, kekristenan dan budaya lokal dapat hidup berdampingan dan saling menguatkan.
Embracing the Emic of Minahasa Celebration Culture and Christian Religious Education
Penulis: Demsy Jura, Pantjar Simatupang, Christar A. Rumbay (2024). HTS Teologiese Studies/Theological Studies, 80(1). Baca artikel.
Ringkasan: Artikel ini mengusulkan agar praktik perayaan Minahasa seperti Mapalus, Kampetan, Mukur, dan Foso dimanfaatkan sebagai sumber nilai sosial, religius, dan pendidikan dalam kurikulum Pendidikan Agama Kristen. Baca juga Pengucapan Syukur Minahasa.
5. Cara Memanfaatkan Katalog Jurnal Ilmiah Minahasa
- Klik tautan “Baca” untuk membuka halaman resmi paper. Sebagian besar dapat diunduh gratis (akses terbuka).
- Kutip dengan mencantumkan nama penulis, tahun, judul, dan nama jurnal atau prosiding.
- Gunakan artikel Pustaka Minahasa sebagai pengantar, lalu rujuk paper aslinya untuk penulisan ilmiah.
Punya paper, skripsi, tesis, atau disertasi tentang Minahasa yang ingin dimasukkan ke katalog ini? Silakan hubungi kami melalui halaman Kontak.
Baca juga: Arsip Minahasa di Leiden dan Minahasa dalam Arsip Kolonial Belanda.


Pingback:Objek Pemajuan Kebudayaan Sulawesi Utara: Data dan Catatan
Pingback:Syair-Syair Minahasa dalam Arsip: Peta Sumber