PUSTAKAMINAHASA.ID — Kota Bitung, Sulawesi Utara, menggelar Festival Pesona Selat Lembeh (FPSL) 2026 pada 3–10 Oktober 2026 di kawasan Bitung Market & Expo, area Satrol Kodaeral VIII. Festival bertema “Together in Harmony” ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-36 Kota Bitung dan menghadirkan beragam ekspresi seni tradisi khas Sulawesi Utara.
Festival dibuka Wali Kota Bitung Hengky Honandar pada Sabtu (3/10/2026), didampingi wakil wali kota, Sekretaris Daerah Rudy Theno, serta unsur Forkopimda. Dalam sambutannya, wali kota mengajak warga menjadikan festival sebagai milik bersama untuk memperkuat kebersamaan dan memperkenalkan Bitung lebih luas.
Dari Kabasaran hingga Parade Masamper
Sejak hari pertama, panggung utama diisi tari Kabasaran, barongsai, tari Tangkap Cakalang, dansa, hingga pertunjukan musik akustik. Selama delapan hari, pengunjung juga dapat menikmati kegiatan sekolah dan komunitas, peragaan busana, kompetisi seni, lokakarya, serta zona kuliner dan ekonomi kreatif bagi pelaku UMKM.
Puncak acara pada Sabtu (10/10/2026) menampilkan pagelaran budaya dan tari kolosal pelajar, Parade Masamper, serta “Tuna and Kolintang Experience” yang mempertemukan identitas Bitung sebagai kota perikanan dengan alat musik kolintang. Atraksi yang paling mencuri perhatian adalah Sailing Pass bersama parade kapal MARPOLEX 2026, ketika para penari tampil di atas perahu, sebagaimana terekam dalam dokumentasi ANTARA Foto.
Panggung Bersama bagi Ragam Budaya Pesisir
Perpaduan pertunjukan dalam FPSL mencerminkan karakter Bitung sebagai kota pelabuhan yang dihuni beragam kelompok, dari warga Minahasa, Sangihe, hingga pendatang dari berbagai daerah. Tari Kabasaran mewakili tradisi keprajuritan Minahasa, sementara masamper, nyanyian berkelompok yang berakar dari budaya Sangihe, tampil dalam bentuk parade. Kehadiran pelajar di tari kolosal juga memberi ruang bagi generasi muda untuk terlibat langsung dalam pertunjukan budaya daerahnya.
Relevansi bagi Minahasa dan Sulawesi Utara
Festival daerah seperti FPSL menjadi salah satu panggung tempat seni tradisi tetap dipraktikkan, bukan sekadar dikenang. Kabasaran dan kolintang, misalnya, adalah dua kesenian yang lekat dengan identitas Minahasa. Pembaca dapat mengenal lebih jauh ragam kesenian tersebut di rubrik Seni, sedangkan nyanyian dan tuturan tradisi seperti masamper berkaitan erat dengan Tradisi Lisan.
Ke depan, festival semacam ini berpeluang memberi porsi lebih besar bagi bahasa daerah, misalnya lewat lomba bertutur atau bernyanyi dalam bahasa Tonsea, bahasa Minahasa yang banyak dituturkan di wilayah sekitar Bitung dan Minahasa Utara. Kosakata bahasa-bahasa Minahasa dapat ditelusuri melalui Kamus Bahasa Daerah, dan gambaran utuh ranah budaya tersedia di halaman 10 Objek Pemajuan Kebudayaan.
Dilansir dari Kabar Ok Bitung dan sumber lainnya.
Sumber:
- Kabar Ok – Buka FPSL 2026, Walikota Bitung: Kita Promosikan Potensi dan Keindahan Kota Bitung
- Palakat.id – Usung Semangat Together in Harmony, Festival Pesona Selat Lembeh 2026 Dimulai
- ANTARA Foto – Festival Pesona Selat Lembeh 2026
- Bisnis.com – Festival Pesona Selat Lembeh 2026 Meriahkan HUT ke-36 Kota Bitung

