Waruga: Ketika Leluhur Minahasa Membangun Rumah Terakhir dari Batu
Jejak peradaban, penghormatan kepada leluhur, dan kisah yang tersimpan dalam batu-batu tua Tanah Minahasa.
Jejak peradaban, penghormatan kepada leluhur, dan kisah yang tersimpan dalam batu-batu tua Tanah Minahasa.
Gubernur VOC Robertus Padtbrugge mengunjungi Minahasa pada 1678–1679 dan menulis tentang adat penduduknya. Catatannya menggambarkan seruan Simpon, tempat persembahan tanpa patung, burung pertanda, dan nyanyian kuno.
Waruga Turangwalelaki di Likupang dikaitkan dengan pemimpin pesisir Tonsea bergelar Kolano. Reliefnya ditafsirkan menggambarkan sosok Eropa, dan pemindahannya pada 1960-an meninggalkan kisah yang masih dituturkan warga.
Tradisi lisan Tombulu tentang Opo Kawatak yang batal menjadi penjaga Gunung Lokon, ditempatkan di Gunung Kawatak di Langowan, dan meninggalkan jejak berupa tempat raragesan di lereng Lokon.
Waruga Minahasa adalah kubur batu megalitik khas Minahasa. Kenali asal kata, sejarah, struktur, posisi jenazah, makna relief, dan situs utamanya di Sawangan.
Menelusuri kosmologi Minahasa: tiga lapisan dunia, keyakinan pada Empung Wailan Wangko, konsep jiwa dan pantangan Posan, serta makna suara burung Manguni.